Meletusnya gunung Merapi di Yogyakarta pada tanggal 30 Oktober 2010, telah memuntahkan banyak material ke berbagai daerah, baik dalam bentuk awan panas (wedhus gembel), lahar dingin, maupun abu/debu vulkanik. Khususnya abu vulkanik, karena siftnya yang ringan, mampu mencapai radius sampai puluhan kilometer jauhnya. Abu vulkanik memiliki karakter khusus, yaitu lembut namun berkristal serta memiliki kandungan sulfur (s) didalamnya. Sehingga akan menimbulkan efek tidak baik terhadap bangunan maupun logam apabila tidak segera dibersihkan. “Debu vulkanik sebaiknya segera dibersihkan. Karena akan menjadikan kerusakan semacam kekeroposan pada bagian-bagian bangunan,” kata T Yoyok Wahyu Subroto, arsitektur UGM. Abu vulkanik juga dapat menjadi katalisator terhadap korosi logam, sehingga menyebabkan logam cepat berkarat. Berikut ini adalah Tips tepat membersihkan abu/debu vulkanik di lingkungan Anda:
1. Lakukan pembersihan secara bersama-sama di lingkungan Anda.
2. Selalu pakai masker debu dan kacamata.
3. Siramlah bagian yang terkena debu vulkanik dari atas ke bawah. Bisa dimulai dari genteng, tanaman selanjutnya bagian dasar. Jangan membersihkan debu saat kondisi kering karena akan menjadikan lingkungan justru semakin tidak sehat dan permbersihan tidak maksimal.
4. Hati-hati karena debu vulkanik saat tersiram air akan menjadi licin.
5. Perhatikan daerah-daerah yang menjadi saluran air seperti talang, selokan dan sebagainya. Bersihkan daerah tersebut.
6. Jangan mengajak anak-anak atau hewan piaraan.
7. Mulailah dari luar ruangan kemudian ke dalam ruangan.
8. Saat membersihkan ruangan lakukan peruang dan kemudian tutup rapat saat hendak membersihkan ruangan lainnya.
9. Gunakan satu pintu masuk dan keluar untuk menghidari kontaminasi abu pada area yang sudah dibersihkan
10. Cuci pakaian kotor karean abu, dengan deterjen dan lakukan secara manual. Hindari pengunaan mesin cuci karean akan berisiko merusak mesin.
11. Jangan membersihkan dengan meniup menggunakan kompresor udara karena akan membuat abu melayang lagi ke udara.
12. Matikan kipas dan AC saat membersihkan ruangan.
(Dari Berbagai Sumber)
Artikel Lainnya
Selengkapnya...
Aneka tips dan trik yang berkaitan dengan wanita, psikologi pribadi, lingkungan, teknologi, rumah tangga, resep dapur, dunia usaha, dan berbagai peluang serta lowongan kerja di daerah.
Pencarian
Thursday, December 9, 2010
Tips Membersihkan Abu Vulkanik dari Lingkungan Anda
Banjir, Banjir dan Banjir...
Musim hujan telah tiba, Hujan terus menerus melanda di sejumlah wilayah dan kota-kota besar di Indonesia, akhirnya banjir pun tidak terelakkan lagi.
Sebenarnya masalah banjir bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, namun semua masyarakat juga mempunyai tanggung jawab terhadap ini. Sebagai contoh banjir bisa terjadi karena saluran air tertutup sampah, dan masyarakat harusnya membiasakan diri agar membuang sampah pada tempatnya dan menghapus tradisi buang sampah secara sembarangan. Jika itu dilakukan maka bukan mustahil banjir tak terjadi. Jadi alangkah baiknya banjir itu di cegah, sebelum banjir terjadi. Ibarat kata: "Lebih baik mencegah dari pada mengobati".
Nah.. untuk mencegah banjir, bisa dilakukan beberapa usaha, antara lain:
1. Penghijauan Lingkungan adalah solusi utama untuk mengatasi banjir agar tidak terus terulang lagi dan terulang lagi. Penghijauan Lingkungan juga sebagai area resapan air dan paru-paru kota.
2. Pengerukan secara berkala pada dasar sungai.
3. Relokasi penghuni bantaran sungai. (Agar tidak mendangkalkan sungai lewat pembuangan sampah sembarangan, karena masih ada stigma bahwa sungai adalah tempat pembuangan sampah yang paling Sip).
4. Perbaikan irigasi, agar air sungai yang melimpah dapat dialirkan ke sungai2, sawah, kebun2 yang akhiranya dapat mengurangi debit pada sungai induk.beberapa solusi lainnya sebagai upaya penanggulangan yang diharapkan bisa mengatasi banjir.
Artikel Lainnya
Selengkapnya...